Translate / Terjemahkan artikel ke

Jumat, 14 Desember 2012

Rencana Pelabuhan Internasional di Temajuk

Pelabuhan Internasional di Temajuk


Pontianak – Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Kalbar Gatot Rudiyono mengatakan dalam waktu dekat ini akan membangun pelabuhan samudra atau pelabuhan internasional di Temajuk, Kabupaten Sambas. Fungsinya memacu kegiatan perikanan di Kalbar.
“Di sana potensinya besar tetapi belum kita manfaatkan. Supaya kegiatan perikanan tumbuh, kita perlu adanya pelabuhan perikanan. Supaya ada tempat untuk berlindung dan aktivitas perikanan di Kalbar,” ungkap Gatot Rudiyono kepada Rakyat Kalbar, kemarin.
Menurutnya, sekarang sudah melakukan tahapan studi kelayakan untuk pembangunan pelabuhan sarana dan prasarana. Setelah itu baru survei izin sertifikasi dan desain.
“Pelabuhan samudra berkelas internasional ini diperkirakan anggarannya sampai Rp 900 miliar. Mengapa kita letakkan di Temajuk, karena letaknya di perbatasan supaya perikanan kita tidak dicuri,” jelasnya.
Dermaga tersebut diperuntukkan bersandarnya kapal samudra. Selain menjadi area tambatan kapal nelayan Kalbar, juga dimanfaatkan memantau kapal asing di perairan Laut Natuna, berbatasan dengan Tanjung Datuk, Malaysia.
“Adanya dermaga tersebut, selain memantau kapal asing, juga tempat transaksi dengan nelayan asing. Silakan mereka membeli ikan dari nelayan kita di dermaga tersebut,” ujar Gatot.
Ia menjelaskan, dua bulan terakhir tangkapan nelayan di Kalbar mengalami peningkatan. Hal ini disebabkan masuknya musim pancaroba. Selain ikan yang banyak, juga didukung kondisi laut yang tenang.
Gatot optimis panen ikan tahun ini bisa mencapai target. Sampai kini sudah mencapai 90 persen dari 150 ton yang ditargetkan. “Mudah-mudahan dengan meningkatnya hasil panen nelayan, bisa menambah penghasilan para nelayan,” katanya.
Gatot juga akan menggalakkan sistem freezer atau mesin pendingin. Sehingga para nelayan bisa menyimpan ikannya pada musim panen banyak dan akan menjualnya ketika musim panen berkurang.
“Kita sudah mengajukan freezer ke pemerintah pusat untuk beberapa kabupaten yang ada di pesisir Kalbar. Sementara ini kami mengajukan tujuh mesin pendingin untuk Kabupaten Sambas, Kota Singkawang, Kabupaten Bengkayang, Kabupaten Pontianak, Ketapang, dan Kayong Utara. Kekurangannya akan kita bantu melalui dana APBD,” ujarnya.
Lanjutnya, penanganan ikan itu menjadi suatu yang prioritas. Hal ini penting, ketika sedang banyak ikan bisa ditampung. Supaya harga ikan tetap stabil dan ikannya tetap bagus.
“Harus ditampung supaya harga bisa dipertahankan. Karena itu kita sedang membangun cold storage yang ada di Sungai Rengas dan Pemangkat,” paparnya. (kie)

2 komentar:

Unknown mengatakan...

oye, mun boleh tau... dah sampai sejauh mane proyek itok jalan..???

Paloh Update mengatakan...

menurut kepala desanye dan juak ketue adat di temajuk ( Ngah Ijoh ) pengukuran dan analisis material dah di jalankan...

Posting Komentar

share artikel ini jika anda rasa bermanfaat